Legenda Papan Karnaedis – Killing for Survival

Ada sebuah cerita Yunani kuno yang sangat menarik untuk diketahui. Plank of Carneades (Papan Karnaedis) merupakan cerita tentang kapal yang karam dan bagaimana seseorang membunuh dengan sengaja demi keselamatan hidupnya.

Alkisah ada sebuah kapal yang mengalami kecelakaan hebat di sebuah lautan yang luas. Kapal itu remuk sehingga banyak puing-puing papan penyusun kapal mengambang di lautan tersebut. Para penumpang kapal pun berebut satu sama lain mencari puing-puing kapal demi menjamin kelangsungan hidupnya.

Ilustrasi Papan Karnaedis

 

Ceritanya dimulai ketika ada seorang penumpang kapal berusaha meraih sebuah puing agar dapat tetap mengapung di lautan tersebut. Puing yang diraihnya adalah puing yang kecil sehingga hanya cukup menampung satu orang saja. Penumpang tersebut pun akhirnya berhasilnya mengapung dengan menggunakan puing itu. Tetapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih! Dari arah bersebarangan, ada penumpang lain yang beusaha menggapai puing itu juga. Sadar sepenuhnya, bahwa puing tersebut tidak akan cukup menampung dua orang, maka penumpang pertama tersebut berusaha menampik tangan penumpang kedua yang berusaha menggapai puing tersebut. Dia sadar, jikalau puing ini dipakai berdua, yang ada hanya kematian bagi kedua belah pihak. Oleh karena itu, hanya satu orang saja yang akan diselamatkan puing itu, dia atau penumpang kedua yang berusaha menggapai puing itu! Naluri untuk tetap hidup penumpang pertama pun bekerja. Sekuat tenaga ia mendorong penumpang kedua yang berusaha menggapai puingnya. Hal ini menyebabkan penumpang kedua tersebut akhirnya meninggal karena tenggelam didorong oleh penumpang yang pertama. Di akhir cerita, penumpang pertama pun selamat karena ditemukan masih terapung oleh tim bala bantuan yang datang.

Papan Karnaedis menyiratkan bahwa apa yang dilakukan oleh penumpang pertama bukanlah pembunuhan yang sejati. Tindakan yang dilakukan penumpang pertama merupakan sebuah survival act yang bertujuan menyelamatkan diri. Tentu saja, ada konflik batin yang dialami penumpang pertama. Sebetulnya, dia sangat mungkin ingin menolong, namun karena dia sadar hal itu malah mengancam nyawanya juga, maka pilihan untuk mempertahankan kehidupan dia merupakan pilihan yang terpaksa harus diambil, sekalipun itu menyayat sifat manusiawinya.

Sering kali kita manusia memiliki kondisi bak papan Karnaedis dalam hidup. Kita dihadapkan atas dilema yang melibatkan kita dan orang-orang yang di sekitar kita. Dan tak jarang, hasil akhir yang didapatkan adalah kemenangan bagi diri sendiri.

Bayangkan jika kita dan orang yang sangat kita cintai dihadapkan pada papan Karnaedis. Apakah yang akan kita lakukan? Akankah kita mengorbankan kebahagiaan orang yang kita cintai demi kebahagiaan kita? Ataukah kita mengorbankan kebahagiaan kita demia orang yang kita sayangi? Ataukah, kita mencari kalau-kalau ada jalan yang tidak mengorbankan kebahagiaan kedua belah pihak? Semuanya kembali ke sejauh mana rasa hakikat mengasihi dalam diri kita. Dan biarlah waktu tertawa senang akan jawaban sebuah dilema yang dihadapi ini. Pokoknya hanya ada aku atau kau atau kita atau tidak keduanya dalam bait jawabannya!

Comments

comments

Comments are closed